Fenomena wanita yang menjatuhkan pria

Berkaca pada kasus dari Yahya Zaini, Al-Amin Nasution, Antasari Azhar dan mungkin masih banyak lagi nama-nama pejabat yang belum terblowup karena kasusnya dengan wanita bisa jadi lagu yang didendangkan oleh The Changcuters yang berjudul “racun dunia” benar adanya. Melihat fenomena yang terjadi di masyarakat bahkan para pejabat yang karirnya sudah menjulang tinggi tiba-tiba jatuh “brruukk”, gara-gara mahkluk yang namanya wanita.Berarti apa yang di nashkan dalam Al-qur’an bahwa Allah telah memperingatkan kita terhadap 3 hal yaitu harta, tahta, dan wanita yang ternyata bisa menjerumuskan seseorang. peringatan itu pun berlaku bagi laki-laki dan perempuan. Tetapi dalam konteks disini bahwa ternyata hanya karena wanita seseorang bisa terperosok. Rasa-rasanya banyak paradigma bahwa wanita adalah racun dunia sudah terekam dalam pemikiran manusia tapi masih adakah wanita-wanita yang seperti dalam sabda Rasulullah bahwa “Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita sholihah.” [HR. Muslim: 3649, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad]. masih adakah wanita-wanita itu???atau stock mereka telah habis??atau itu hanya sebatas lebel yang bisa diberikan kepada siapapun tanpa melihat dari hakekatnya yang lebih dalam.

Faktor yang mendasari wanita kehilangan kehormatan/harga diri (izzah) karena masalah ekonomi…kalau nafsu syahwat itu biasanya mengikuti. Masalah ekonomi atau gengsi karena pergaulan yang semakin tak karu-karuan. Ketika berdiskusi dengan teman mantan aktivis gender bahwa dia melihat fenomena wanita sekarang baik yang di desa maupun di kota pedoman mereka adalah televisi dan mereka mengikuti gaya hidup para glamouris…mereka sudah melupakan kezuhudan yang diajarkan oleh khotidjah, aisyah, fatimah, Siti Hajar, wanita-wanita hebat dijamannya.

Dunia ini penuh dengan sandungan ketika sang Pemberi Arah sudah memperingatkan jangan sekali-kali untuk menerobos keluar dari alu-alur yang telah disyariatkan. Berada diposisi apapun seseorang tidak akan lepas dari tiupan angin, seperti kata pepatah “semakin tinggi seseorang semakin keras angin yang menerpa”, maka berhati-hatilah.

wallahua’alam bi showab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Skip to toolbar